/ /* KEFIR dan KELUARGA KEFIR JOGJA: Bayi Lahir Caesar Butuh Probiotik

Bahan baku Kefir - dari susu segar murni produksi Fakultas Peternakan UGM
Ingin menjadi agen? Ada penawaran menarik menanti ANDA
NEW COLOSTRUM ANTI AGING PROMO
Info 081327936367 pin BB 28D7DA24
Rek. BCA 4450667370 / Mandiri 1370004637787 a/n Djoko Hardoyo
A CUP OF KEFIR A DAY, KEEPS THE DOCTOR AWAY ... bye bye doc
........ Selamat tinggal dokter, hanya dengan segelas kefir sehari ........

atasi sakit gula - maag - impotensi dan lain-lain ... PROMO : Kefir Susu Kambing - Enak Lezat dan Tidak Prengus Rp 40.000 / 500 mlEnglish Version

Senin, 03 Mei 2010

Bayi Lahir Caesar Butuh Probiotik

Minggu, 15 Februari 2009 | 23:09 WIB
imagebam.com

JAKARTA, MINGGU - Mikroflora atau jasad renik berukuran kecil (bakteri dan jamur) berperan penting dalam pembentukan daya tahan tubuh bayi. Namun, pada bayi yang lahir secara caesar, pembentukan kolonisasi saluran cerna tertunda sehingga meningkatkan risiko alergi dan penyakit infeksi hingga berusia lima tahun. Oleh karena itu, pemberian probiotik diperlukan untuk membantu meningkatkan daya tahan tubuh bayi.

"Probiotik seperti Bifidobacterium lactis terbukti aman bagi bayi sehingga dapat membantu meningkatkan daya tahan tubuhnya," kata Kepala Divisi Gastrohepatologi Departemen Kesehatan Anak Fakultas Kedokteran Universitas Indon esia Agus Firmansyah, dalam seminar bagi media, Minggu (15/2), di Jakarta.

Menurut sejumlah studi, keberadaan bifidobakteria pada bayi lahir cesar akan tertunda dan diperlukan waktu hingga enam bulan untuk menyamai bayi yang lahir normal. Bakteri menguntungkan atau baik seperti bifidobakteria yagn diperoleh pada awal kelahiran sangat diperlukan untuk mengenali dan membentuk toleransi terhadap zat-zat asing yang masuk ke dalam tubuh.

Dominasi bifidobakteria dalam saluran cerna berkaitan dengan kesehatan bayi yang baik. Pentingnya peranana bakteri baik ini menjelaskan mengapa bayi yang dilahirkan secara caesar dilaporkan memiliki angka kejadian alergi dan infeksi yang lebih tinggi dibandingkan dengan bayi lahir normal.

Prof Bengt Bjorksten dari Karolinska Institutet Swedia memaparkan, pegnaruh kondisi awal kelahiran seperti cara kelahiran dan penggunaan an tibiotik, memiliki efek sangat besar terhadap pola mikroflora saluran cerna. Mikroflora saluran cerna sangat penting untuk merangsang sistem daya tahan tubuh dalam kondisi normal.

Penelitian yang dilakukan Prof Bengt Bjorksten tahun 2001 membuktikan, bayi-bayi penderita alergi terukti memiliki lebih sedikit bifidobakteria pada feses atau tinja mereka. Hal ini masih terlihat hingga mereka berusia lima tahun. Beberapa studi dalam 10 tahun terakhir juga membuktikan, perbedaan menyolok komposisi mikrobiota bayi sehat dan alergi di negara-negara dengan prevalensi alergi rendah dan tinggi.

Penggunaan probiotik atau mikroorganisme non patogen yang bermanfaat positif untuk kesehatan termasuk pada bayi yang dilahirkan secara caesar. Probiotik pada anak-anak difokuskan pada pencegahan diare dan baru kemudian alergi. P ada tahun 1994, Saavedra dan rekan melaporkan penurunan dalam jumlah besar angka kejadian diare pada anak-anak yang dirawat di rumah sakit yang diberi probiotik dibandingkan kelompok yang tidak mendapatkan probiotik.

"Pemberian probiotik bermanfaat untuk meningkatkan jumlah bifidobakteria dalam saluran cerna, mengurangi risiko diare dan alergi. Adanya fakta bahwa probiotik aman untuk diberikan pada bayi maupun anak-anak menunjukkan bahwa pemberian probiotik akan bermanfaat bagi anak-anak dengan gangguan mikroflora saluran cerna, termasuk mereka yang lahir caesar," kata Agus menegaskan.

Sejauh ini, sumber terbaik probiotik bagi bayi adalah air susu ibu. Probiotik juga terkandung dalam beberapa produk minuman termasuk susu formula.

"Meski diberikan setiap hari, probiotik tidak berpengaruh buruk atau memiliki efek samping negatif bagi anak-anak yang mengonsumsinya karena sebagian probiotik itu akan dikeluarkan dari tubuh," ujar Agus menambahkan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar