/ /* KEFIR dan KELUARGA KEFIR JOGJA: Sejarah kefir

Bahan baku Kefir - dari susu segar murni produksi Fakultas Peternakan UGM
Ingin menjadi agen? Ada penawaran menarik menanti ANDA
NEW COLOSTRUM ANTI AGING PROMO
Info 081327936367 pin BB 28D7DA24
Rek. BCA 4450667370 / Mandiri 1370004637787 a/n Djoko Hardoyo
A CUP OF KEFIR A DAY, KEEPS THE DOCTOR AWAY ... bye bye doc
........ Selamat tinggal dokter, hanya dengan segelas kefir sehari ........

atasi sakit gula - maag - impotensi dan lain-lain ... PROMO : Kefir Susu Kambing - Enak Lezat dan Tidak Prengus Rp 40.000 / 500 mlEnglish Version

Senin, 03 Mei 2010

Sejarah kefir

Sejarah Kefir sejalan dengan sejarah product fermentasi susu. Produk susu fermentasi diperkirakan sudah dikenal sejak 6.600 SM oleh masyarakat di kawasan Timur Tengah yang hidup secara nomaden atau berpindah-pindah. Umumnya mereka hidup dengan beternak, mengambil susu dan daging sebagai sumber makanan. Susu hasil ternak itu mereka kumpulkan dalam kantung yang terbuat dari kulit kambing atau bagian perut hewan ruminansia. Pengambaraan yang mereka lakukan dibawah terik matahari dengan membawa kantung susu tersebut menjadikan aktivitas mikroorganisme yang ada pada kulit kambing (sebagai kantung susu) memfermentasi susu menjadi gumpalan (curd). Secara terus menerus mereka secara tidak disengaja mekonsumsi hasil ferrmentasi susu dan ternyata tercatat memberikan dampak kesehatan, dan mereka berumur panjang.Inilah awal dikenalnya produk susu fermentasi.

imagebam.comimagebam.com

Beberapa produk susu fermentasi yang dikenal dan memiliki sejarah panjang antara lain:

1.
LABNEH (Labaneh), yang merupakan produk susu fermentasi yang terkenal dalam masyarakat Lebanon dan Timur Tengah. Labneh adalah youghurt yang dikentalkan. Labneh selalu tersedia di dapur setiap keluarga. Sedemikian berharganya labneh bagi masyarakat Lebanon sehingga mereka selalu membawa kultur labneh kemanapun mereka pergi, bahkan saat bermigrasi ke negara lain.
2.
BUTTERMILK, yang merupakan hasil lain dari proses pembuatan mentega. Buttermilk ini sangat popular bagi masyarakat Skandinavia dan Eropa. Digunakan sebagai minuman yang diberikan kepada serdadu pasca perang karenan dapat meningkatkan energi dan vitalitas.
3. DAHI, sangat popular dan disukai masyarakat India. Dahi terkonsistensi cair serta bercita rasa masam.
4.
MAZUM, dikenal juga dengan matsoon difermentasikan sampai susu menggumpal. Dari hasil fermentasi ini mazum segar disisihkan untuk untuk dijadikan kultur kembali.
5.
KOUMISS, merupakan susu fermentasi yang asli dan sangat tua. Menurut Herodotus, koumiss dikenal oleh kaum Scythians. Sementara Marcopolo menyebut koumiss dengan sebutan The White Wine (anggur putih). Koumiss sangat popular dan mudah ditemukan di wilayah Kazakhstan dan Kyrgyzstan, dibuat dari fermentasi susu kuda, keledai betina, yak (sebangsa kerbau berbulu panjang yang hidup di daerah Mongolia) atau unta. Penyembuhan penyakit dengan koumiss pertama kali diterapkan oleh kaum Bashkir dan efek penyembuhannya telah dikonfirmasi oleh para peneliti Bashkir Medical University. 

Pada thn. 1840 seorang dokter Rusia menemukan bahwa koumiss memiliki khasiat menyembuhkan penyakit TBC, anemia, paru-paru, kandungan dan kulit.


Dokter Nester Postnikov mengekspresikan efek koumiss yang luar biasa dengan tiga kata dalam bahasa Latin, nutrit, roborat, etalterat atau bergizi, menguatkan menyegarkan.

Koumiss memiliki hubungan yang erat dengan kefir. American Journal of Pharmacy (1887) menyebutkan kefir merupakan bentuk koumiss yang baru.
6.
YOGHURT, yang merupakan produck fermentasi susu yang sudah dikenal luas oleh masyarakat international. Yoghurt dibuat dengan menfermentasikan susu dengan bakteri-bakteri khusus, sedikitnya bakteri jenis Lactobacillus bulgaricus, Streptococcus salivarius ssp thermophilus. Dalam media susu kedua bakteri tersebut bekerja secara simbiotis, memfermentasikan laktosa susu dan menghasilkan asam laktat dan gas CO2.
7.
KEFIR, yanga merupakan bentuk baru dari koumiss. Dalam beberapa catatan sejarah disebutkan bahwa kefir berasal dari kawasan Eropa Tenggara, yang dikenal dengan Kaukasus, terletak diantara Laut Hitam dan Laut Kaspia. Masyarakat dibagian Utara Pegunungan Kaukasus telah mengkonsumsi kefir selama berabad-abad, dan terbukti stamina serta kesehatan tubuh mereka terjaga dengan baik, meraka rata-rata berumur panjang.

Penggunaan kefir dengan pemahaman modern yang berkhasiat bagi penyembuhan, dan dilanjutkan dengan produksi kefir dalam skala besar yang dilakukan Rusia tidak lepas dari cerita klasik yang dikenal dengan rencana Blandov atau The Blandov’s Plan.



Apa itu The Blandov’s Plan? Sekumpulan dokter Rusia mempunyai misi mendapatkan biji kefir agar dapat memproduksi kefir untuk tujuan pengobatan. Rencana tim dokter ini disampaikan ke Blandov bersaudara, yang memiliki bisnis olahan susu, yaitu Moscow Dairy, dan industri keju di kawasan pegunungan Kaukasus.

Nikolia Blandov mengirimkan seorang gadis cantik bernama Irina Sakharova, dan melakukan pendekatan ke Pangeran Kaukasus (Bekmirza Barchorov) agar mau memberikan sejumlah biji kefir. Sinkatnya Irina berhasil mendapatkan 4,5 Kg biji kefir. Pada September 1908, Irina Sakharova membawa botol berisi kultur kefir pertama ke Moscow.
Biji kefir saat ini
imagebam.com


Nikolia Brandow
imagebam.com
Lihatlah ukuran biji kefir aslinya
imagebam.com


Awal perjalanan kefir
imagebam.com
Biji kefir aslinya diperbesar
imagebam.com


Irina Sakharova
imagebam.com

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar