/ /* KEFIR dan KELUARGA KEFIR JOGJA: Kenali Pencernaan Pada Usus Kita

Bahan baku Kefir - dari susu segar murni produksi Fakultas Peternakan UGM
Ingin menjadi agen? Ada penawaran menarik menanti ANDA
NEW COLOSTRUM ANTI AGING PROMO
Info 081327936367 pin BB 28D7DA24
Rek. BCA 4450667370 / Mandiri 1370004637787 a/n Djoko Hardoyo
A CUP OF KEFIR A DAY, KEEPS THE DOCTOR AWAY ... bye bye doc
........ Selamat tinggal dokter, hanya dengan segelas kefir sehari ........

atasi sakit gula - maag - impotensi dan lain-lain ... PROMO : Kefir Susu Kambing - Enak Lezat dan Tidak Prengus Rp 40.000 / 500 mlEnglish Version

Minggu, 02 Mei 2010

Kenali Pencernaan Pada Usus Kita

Usus halus atau usus kecil adalah bagian dari saluran pencernaan yang terletak di antara lambung dan usus besar. Usus halus terdiri dari tiga bagian yaitu usus dua belas jari (duodenum), usus kosong (jejunum), dan usus penyerapan (ileum). Pada usus dua belas jari terdapat dua muara saluran yaitu dari pankreas dan kantung empedu.
imagebam.com


Dewasa ini sedikit sekali masyarakat memberikan perhatian pada organ pencernaan yang sangat penting, yaitu usus halus dan usus besar (kolon).

Mengapa organ usus sangat penting?

Berikut cermati baik-baik penjelasan dari artikel berikut, baik untuk mengetahui fungsi jeroan (isi) tubuh kita.

Usus halus adalah saluran pencernaan dengan panjang 6-8 m yang bertugas melakukan fungsi penyerapan 90% nutrisi. Nutrisi diserap oleh vilus-vilus dan microvilus (yang jumlahnya sekitar 5 juta dengan bentuk tonjolan seperti jari tangan) yang membungkus dinding usus halus, kemudian mengedarkan ke seluruh tubuholeh darah.

Vilus juga berfungsi mencegah terserapnya zat-zat asing yang tidak bermanfaat bagi tubuh. Konsumsi obat-obatan, alkohol, dan makanan yang berlebihan dapat merusak sistem vilus dan mengakibatkan penurunan daya serap nutrisi dan terserapnya ZAT-ZAT RACUN dalam aliran darah.
imagebam.com

BERIKUT PROSES PENCERNAAN MAKANAN OLEH USUS HALUS
Pencernaan makanan secara kimiawi pada usus halus terjadi pada suasana basa. Prosesnya sebagai berikut :

a. Makanan yang berasal dari lambung dan bersuasana asam akan dinetralkan oleh bikarbonat dari pancreas.

b. Makanan yang kini berada di usus halus kemudian dicerna sesuai kandungan zatnya. Makanan dari kelompok karbohidrat akan dicerna oleh amylase pancreas menjadi disakarida. Disakarida kemudian diuraikan oleh disakaridase menjadi monosakarida, yaitu glukosa. Glukaosa hasil pencernaan kemudian diserap usus halus, dan diedarkan ke seluruh tubuh oleh peredaran darah.

c. Makanan dari kelompok protein setelah dilambung dicerna menjadi pepton, maka pepton akan diuraikan oleh enzim tripsin, kimotripsin, dan erepsin menjadi asam amino. Asam amino kemudian diserap usus dan diedarkan ke seluruh tubuh oleh peredaran darah.

d. Makanan dari kelompok lemak, pertama-tama akan dilarutkan (diemulsifikasi) oleh cairan empedu yang dihasilkan hati menjadi butiran-butiran lemak (droplet lemak). Droplet lemak kemudian diuraikan oleh enzim lipase menjadi asam lemak dan gliserol. Asam lemak dan gliserol kemudian diserap usus dan diedarkan menuju jantung oleh pembuluh limfe.

Usus Besar (Colon) merupakan bagian akhir dari saluran pencernaan yang panjangnya sekitar 1,5 m. Fungsi usus besar adalah menampung ampas makanan hasil dari usus halus, melakukan penyerapan sejumlah air dan elektrolit. Colon juga tempat dihasilkannya vitamin K, vitamin H (Biotin) sebagai hasil simbiosis dengan bakteri usus (E.Coli). Sisa hasil pencernaan (feses) didorong oleh colon menuju Rektum dan Anus.

Bila ampas makanan (masa feses) melewati usus besar terlalu cepat, air tidak sempat terserap dan terjadilah diare. Sebaliknya bila ampas makanan tertahan terlalu lama di usus besar, ampas akan mengering dan mengeras sehingga sulit dikeluarkan dan terjadilah sembelit atau konstipasi.

Dalam Usus Besar hidup bakteri dalam jumlah lebih banyak daripada jumlah sel dalam tubuh. Terdapat sekitar 500 spesies bakteri dalam saluran pencernaan ini, yang dapat dikelompokkan menjadi 2: bakteri "baik" atau menguntungkan dan bakteri "jahat" atau merugikan. Keseimbangan jumlah bakteri "baik" dan bakteri "jahat" sangat menentukan kemampuan tubuh dalam mencegah dan melawan infeksi dan penyakit., komposisi ideal bakteri dalam tubuh adalah ± 80% bakteri "baik" dan ±20% bakteri "jahat".

Pembusukan di usus besar berlangsung sejalan dengan berkembangnya bakteri penghasil racun, yaitu amonia (racun hati), amin (racun hati), nitrosamin (karsinogen), fenol dan cresol (prometer kanker), indol dan skatol (senyawa karsinogen) dan komponen estrogen (karsinogen dan promoter kanker payudara), aglycone (senyawa bersifat mutagenik), yang kesemuanya dapat diserap kembali ke dalam aliran darah dan dapat menimbulkan kekacauan fisik dan emosi.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar