/ /* KEFIR dan KELUARGA KEFIR JOGJA: KEFIR dan DM ( Diabetes Melitus )

Bahan baku Kefir - dari susu segar murni produksi Fakultas Peternakan UGM
Ingin menjadi agen? Ada penawaran menarik menanti ANDA
NEW COLOSTRUM ANTI AGING PROMO
Info 081327936367 pin BB 28D7DA24
Rek. BCA 4450667370 / Mandiri 1370004637787 a/n Djoko Hardoyo
A CUP OF KEFIR A DAY, KEEPS THE DOCTOR AWAY ... bye bye doc
........ Selamat tinggal dokter, hanya dengan segelas kefir sehari ........

atasi sakit gula - maag - impotensi dan lain-lain ... PROMO : Kefir Susu Kambing - Enak Lezat dan Tidak Prengus Rp 40.000 / 500 mlEnglish Version

Selasa, 07 Februari 2012

KEFIR dan DM ( Diabetes Melitus )

Adi Kumbara  menjelaskan di Komunitas Kefir Indonesia
Begitulah karakter Kefir "mengobati" diabetes. Kefir tidak sertamerta mengembalikan kondisi metabolisme basal tubuh pada angka2 sesuai dengan kondisi normal orang sehat yang tidak pernah terkena diabetes (yang digunakan para dokter pada proses pengobatan "modern"). 



1. Kefir BUKAN penurun angka gula darah. Kefir berfungsi meregulasi metabolisme dalam tubuh menjadi paling sesuai dengan kebutuhan metabolisme saat itu. Dengan demikian tidak akan terjadi penurunan gula darah yang drastis. Obat "modern" penurun gula darah bisa bekerja secara "BRUTAL", sampai terjadi hipoglikemik. Ini tidak terjadi bila menggunakan Kefir.



2. Setiap orang membutuhkan angka gula darah tertentu yang paling nyaman untuknya. Banyak kasus, seorang yang sudah lama terkena DM, paling merasa nyaman pada kisaran TGD antara 200 - 250. Keluhan terjadi bila angka TGD di bawah atau di atas kisaran tersebut. Namun dsalam jangka panjang bisasanya kisaran TGD basal (Metabolisme basal termodifikasi) ini akan makin mendekati angka-angka orang normal, bila terus rajin mengonsumsi Kefir, dan menjaga asupan lainnya, dan olahraga secukupnya.



3. Hal terpenting tentang penyembuhan DM bukan di angka TGD, tapi di parameter kesehatan lainnya, seperti apakah masih ada symptom beser (sering buang air kecil, terutama malam hari), sering merasa lapar/haus, sulit berkeringat, badan lemas, luka sulit sembuh dsb. Bila parameter kesehatan lainnya bagus, tapi angka TGD masih tinggi, terima saja dahulu itu sebagai suatu kondisi metabolisme basal anda yang baru/telah termodifikasi.


4. Dalam mengukur TGD puasa dan 2 jam sesudah makan, selalu lakukan pada waktu yang sama untuk setiap pengukuran. Juga apa yang dimakan seteah pengukuran pertama untuk mencapai pengukuran kedua juga harus setara, sehingga tidak terjadi kesalahan penafsiran kondisi gulanya.

5. Kenali karakteristik penyembuhan melalui Kefir. Anda harus tahu, bagaimana bila setelah pengukuranTGD Puasa, lalu hanya minum Kefir Prima 2 gelas, dan ukur 2 jam kemudian, dibandingkan dengan bila mengonsumsi satu porsi nasi dengan glukosa 100 gram, misalnya.

6. Patut diingat bahwa walaupun penyembuhan dengan Kefir lebih mantap dibandingkan dengan obat, namun Kefir tetap saja bukan obat, melainkan makanan yang sangat menyehatkan. Bila anda sudah bisa meninggalkan obat "modern" selama (misalnya) seminggu, hanya minum Kefir dan merasa sehat, artinya anda sudah sembuh.

7. Sejauh mana fungsi kesehatan anda sekarang, cobalah tes dengan meninggalkan mengonsumsi obat dan Kefir selama 3 hari saja. Bila dalam 3 hari ini anda masih merasa segar dan sehat, artinya anda BENAR2 SEMBUH DARI DM. Setelah itu, anda cukup minum Kefir Prima atau Kefir Bening sehari segelas saja, seperti umumnya orang sehat lainnya yang menjaga kesehatan dengan menu seimbang.

Mudah2an bermanfaat.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar