/ /* KEFIR dan KELUARGA KEFIR JOGJA: biji kefir

Bahan baku Kefir - dari susu segar murni produksi Fakultas Peternakan UGM
Ingin menjadi agen? Ada penawaran menarik menanti ANDA
NEW COLOSTRUM ANTI AGING PROMO
Info 081327936367 pin BB 28D7DA24
Rek. BCA 4450667370 / Mandiri 1370004637787 a/n Djoko Hardoyo
A CUP OF KEFIR A DAY, KEEPS THE DOCTOR AWAY ... bye bye doc
........ Selamat tinggal dokter, hanya dengan segelas kefir sehari ........

atasi sakit gula - maag - impotensi dan lain-lain ... PROMO : Kefir Susu Kambing - Enak Lezat dan Tidak Prengus Rp 40.000 / 500 mlEnglish Version
Tampilkan postingan dengan label biji kefir. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label biji kefir. Tampilkan semua postingan

Senin, 16 Juli 2012

Promo Bibit Kefir Jenis Unggul Rp 200.000 per ons

Bibit Kefir Jenis Unggul berasal dari Dominic Kefir Australia
Rp 300.000 Rp 200.000 
per 100 gram (belum termasuk ongkos kirim)



Info lebih lanjut silahkan kontak kami
0815 6666 050 - 0813 279 3636 7

Minggu, 25 Maret 2012

Mencuci Bibit Kefir


Bagi yang masih belum jelas, bagaimana mencuci bibit kefir, foto-foto disini semoga cukup menjelaskan

Bibit masih bercampur dengan kefir, kita tuang ke atas saringan plastik

Setelah tersaring, kefir nya turun ke bawah masuk dalam toples, bibit yang masih ber lapis cream atau kefir yang kental tertinggal di atas saringan

Minggu, 22 Mei 2011

Peralatan untuk membuat KEFIR sendiri



Peralatan ini syaratnya bukan terbuat dari logam yang mudah korosif atau berkarat, dan mudah didapatkan atau dibeli. Apa saja peralatan dalam membuat KEFIR ini? Silahkan disimak gambar-gambar berikut :

1. Media fermentasi. Contoh toples dari plastik


2. Saringan dan sendok. Saringan untuk memisahkan kefir dan bibitnya, sendok alat bantu untuk mempercepat proses penyaringan.

Senin, 23 Agustus 2010

Pertanyaan yang sering diajukan tentang bibit kefir dan kefir



Para pembaca yang saya hormati, beberapa hal yang sering ditanyakan oleh para pemula aktifis kefir.

Ada beberapa pertanyaan yang sering diajukan oleh para pemula kefir, antara lain : 

1. Bagaimana cara membuatnya
2. Apakah bibit yang sedikit ini misalnya 100 gram - bisa untuk membuat kefir dengan kapasitas yang lebih besar?
3. Bibit ini bisa dipakai berapa kali?
4. Apakah bibit bisa awet lama?
5. Apakah selain susu segar murni kita bisa menggunakan susu bubuk atau susu lainnya?
6. Bagaimana hasil inkubasi atau fermentasi yang benar? Apakah beningnya harus terpisah ? Apakah hasil fermentasi gagal ?
7. Setelah disaring kenapa bibitnya tidak ada?
8. Kenapa keluar ulat dari hasil fermentasi ?
9. Menyaring kefir yang sudah jadi ternyata susah, kentalnya susah dipisahkan dari bibitnya.

Jawabannya  :

1. Dapat di klik : Cara membuat Kefir sendiri

2. Bisa dipakai untuk membuat kapasitas yang lebih besar, caranya : Buatlah dulu 1 liter kefir dengan mengambil 50 gram bibit kefir campur dengan 1 liter susu segar murni, 48 jam kemudian jadilah kefir kita ini. Dari 1 liter kefir ini dapat dibuat lagi 5 s/d 10 liter kefir, caranya campurkan 1 liter kefir yang sudah jadi ini ke susu 5 s/d 10 liter susu murni segar. Tunggu 48 jam, maka jadilah kefir kita dengan kapasitas yang lebih besar dari kemampuan jumlah bibit yang kita miliki. Catatan : cara pembuatannya ikuti jawaban no. 1 di atas.

3. Bibit kefir bisa dipakai sampai kapan saja seumur hidup bahkan bisa diwariskan ke anak cucu. Atur strategi, kalau bisa buat cadangan bibit yang disimpan dalam kulkassuhu 5° C, karena bisa saja kita ketemu susu yang bermasalah, mengandung pengawet atau bahan kimia atau antibiotika, yang dapat membuat bibit kefir mati. Ingat buatlah cadangan jangan semua bibit dimasukkan semua untuk fermentasi kefir. Usahakan gunakan susu berkualitas bagus. Susu segar misalnya dari susu sapi, atau kambing mempunyai bau yang gurih susu dan rasa yang enak, tidak amis dan prengus. 

4. Maksudnya bibit ini bisa awet lama, atau diawetkan, adalah masalah penyimpanan, simpan dalam lemari pendingin suhu 5° C, jangan lupa diberikan makanannya, yaitu susu itu sendiri, susu yang berkualitas. Kalau awet dalam pemakaian, takut makin habis, adalah justru bibit semakin dipakai akan semakin bertambah banyak. Apabila  membuat kefir sudah benar, atau sudah mahir, maka apabila bibit aslinya 50 gram, maka dalam 100 hari bibit bisa bertambah menjadi 3 kg. Menarik bukan?

5. Susu bubuk yang bagus bisa digunakan, tapi harus hati-hati, bisa saja mengandung bahan kimia yang akan membuat bibit kefir ini mati. Untuk susu cair kemasan, lihat masa kadaluarsanya, kalau kadaluarsanya lama lebih dari 6 bulan, maka kemungkinan susu cair ini berpengawet, carilah yang dibawah 1 bulan, misal 2 minggu masa kadaluarsa, lebih aman karena kemungkinan tidak menggunakan pengawet, biasanya harganya lebih mahal.

(Disini maaf tidak menyebut merk, karena alasan etis dan juga bisa saja ada kesalahan di produksi atas suatu merk tertentu yang suatu saat nanti bisa saja sudah diperbaiki sehingga menjadi susu cair kemasan yang memenuhi syarat)

6. Untuk menjawab hasil inkubasi atau fermentasi yang benar, prinsipnya adalah dilihat dari bau dan rasa. Baunya memang berubah dari bau susu menjadi bau yang agak-agak bau basi, juga ada bau tape. Rasa timbul krenyes-krenyes.

Kefir yang bening, bisa saja terpisah dengan jelas atau bisa juga masih menyampur dengan bagian kentalnya. Hal ini disebabkan oleh perbedaan kualitas susunya, semakin kental atau semakin tinggi berat jenis susu, maka pemisahan kefir yang bening bisa semakin sedikit dan bisa tidak begitu kentara. Pengadukan untuk meratakan proses fermentasi juga akan menyebabkan pemisahan bening lebih kentara.

Apabila yang terjadi tidak seperti di uraikan di atas, maka anda perlu mencurigai kualitas susu nya.

7. Bibit yang kita gunakan, tentunya saat disaring akan ketinggalan di saringan. Bila tidak ada, penyebabnya adalah bibit nya tewas karena susu yang anda pakai mengandung kimia yang mematikan bibit, misalnya pengawet, atau sapi sakit yang disuntik antibiotik. Atau bisa saja bibit yang anda yakini, ternyata hanya kefir kental saja, maaf3x ini sering terjadi penipuan penjualan bibit. Maka, awas hati-hati dalam membeli bibit kefir. Pilihkan dari penjual yang bonafid, yang berani menjamin uang kembali. Money back guarantee.

Oya, anda mengatakan bibitnya itu tidak ada apa dasarnya? Semua hasil fermentasi habis tersaring semua? ok, sebelum anda menyaring coba anda raba, apakah ada terasa butiran-butiran sebesar nasi atau bisa lebih besar lagi kah? Lihat dengan benar.

8. Ulat yang keluar dari hasi fermentasi yang benar, 24 jam s/d 72 jam, ini kemungkinan disebabkan karena bibit yang anda gunakan sudah busuk atau tercemar dengan telor-telor lalat.

9. Menyaring susah ya? Gapapa, tetap semangat, jalankan terus, yang sabar menyaringnya, maklum kefir itu kental. Ini semua sudah benar, hanya butuh sabar sedikit. Kalau ga bisa keluar semua yang kentalnya, jangan dipaksakan, bisa merusak bibit kefir kita.  


Masih bingung? gapapa - maju terus, belanda masih jauh, hahahaha. Maaf canda.

Belum menjawab semua pertanyaan Anda? Dipersilahkan menuliskan pertanyaan di kotak dibawah ini atau kirim email ke jhardoyo@gmail.com atau tilpon ke 08156666050 - 081327936367 atau ke Facebook. Bila perlu, foto kan semua kebingungan anda. Dan kami semoga bisa membantu.

Salam hangat dari
Keluarga Kefir Jogja


Senin, 03 Mei 2010

Membuat kefir sendiri


Kalau anda merasa setiap kali membeli kefir itu mahal, kenapa tidak membuat sendiri? Ayolah kita coba, caranya tidaklah sulit. Beginilah caranya :


1
imagebam.com
Siapkan kefir grain atau biji kefir atau kefir prima sebagai starternya
2
imagebam.com
Susu segar, kalau tidak ada susu segar pakailah susu bubuk bisa yang full cream atau yang skim. Sedu sesuai dengan takaran yang ada di petunjuknya. Kalau panas, tunggu dingin.
3
imagebam.com

Campurkan kefir grain, perbandingannya adalah :
  • 2-3 sendok makan penuh (30 - 50 gram) dengan 1 liter susu di atas.
  • Atau apabila menggunakan kefir prima sebagai stater nya maka perbandingannya kefir prima 100 ml campur dengan 800 ml susu segar , perbandingan kira-kira 1: 8 s/d 1 : 10
4
imagebam.com
Tuangkan susu kedalam toples yang berisi bibit kefir 
5
imagebam.com
Campurkan dan aduk rata. Tempatkan dalam toples tertutup, Hati-hati, karborasi selama proses pemeraman menimbulkan tekanan gas oleh karena itu usahakan masih ada celah untuk udara keluar. Bisa meledak atau memecahkan tempat inkubasi ini.
6
Jogja Kefir

Biarkan dalam ruangan yang bersih dan hangat selama 24 jam s/d 72 jam semakin lama semakin kecut dan semakin sempurna jadinya.

(Catatan : untuk masa inkubasi 24 jam rasa susunya masih terasa, terasa lebih lezat dan gurih, cocok untuk dibuat es mambo atau es krim)
7
imagebam.com
Setelah masa 24 s/d 72 jam tersebut, jadilah kefir kita ini dan siap di panen.

Sering seorang pemula kefir menanyakan, seperti apa kefir yang siap panen? Tandanya adalah beraroma segar seperti tape.

Bagaimana menyaringnya? Dan apa saja peralatannya? Apakah pakai saringan teh tersebut bisa digunakan? Bisa dilihat penjelasan lain dibawah ini 
8
imagebam.com
Hore, kefir kita sudah jadi dan siap di konsumsi. Disajikan dengan aneka juz buah, aneka rasa sirup, atau minum langsung tawar.
9 kefirmaturing  in crock and in cup
Coba dinegara asalnya, Kaukasia, mereka membuat kefir ternyata sederhana saja, di ember ...

Dan gambar sebelah kanan itu kefir yang karborasi, siap minum
10
goatskin bag
Orang Kaukasia, dengan Kefir nya


Catatan
:

Sebagian penggemar Kefir yang membuat kefir sendiri, menggunakan susu segar murni yang tidak dimasak, sedangkan sebagian lainnya menggunakan bahan susu segar yang di pasteurisasikan ( di matikan mikroba-mikroba patogennya, di rebus temperatur 80 derajat Celcius 5 menit, atau mendidih langsung dimatikan), silahkan ANDA yang menentukan sendiri. Pertimbangan saya dalam melakukan pilihan tersebut lebih dikarenakan kepercayaan saya atas kualitas susu, contoh susu produksi Fakultas Peternakan UGM, yang higienis tidak perlu direbus. Bagaimana dengan susu-susu segar lainnya? Tidak yakin higienis? Pasturisasi saja. Silahkan.

Lihat-lihat gambar-gambar di bawah ini, untuk menambah jelasnya bagaimana membuat kefir sendiri.


Peralatan untuk membuat KEFIR

Toples plastik atau beling/kaca, saringan plastik, sendok plastik atau solet plastik
Juga botol untuk menyimpannya
Kulkas atau refrigerator untuk menyimpannya dalam suhu 5
°C
Bibit Kefir
Bahan-bahan  :
Susu segar, Bibit Kefir (lihat gambar di atas)
Keterangan Tambahan :
  • Selama proses inkubasi, toples tutup dan letakkan di tempat yang bersih bebas dari sinar terang spt cahaya matahari.
  • Apabila susu segar murni tidak ada atau sulit diperoleh, dapat digantikan dengan susu cair kemasan, lihat kadaluarsanya, belilah yang kadaluarsa nya pendek misalnya 2 minggu, jangan beli yang kadaluarsannya lama lebih dari 6 bulan. Ingat ini, sebab yang lama kadaluarsanya diberikan tambahan pengawet makanan. Tidak bagus dan tidak sehat. Apabila susu cair kemasan sulit juga didapatkan, gunakan susu bubuk misalnya merk Dancow ambil yang full cream plain tanpa perasa.
  • Untuk susu kambing yang berkualitas bau dan rasanya lezat dan tidak prengus , serta sedikit manis.
Menyaring untuk pembuatan kefir dengan bibit kefir :  
Saringan plastik letakkan diatas toples plastik yang bersih, kemudian tuangkan hasil pemeraman di atas saringan tersebut, kemudian untuk membantu tersaringnya campuran larutan ini, gunakan sendok plastik untuk mengaduknya, hati-hati jangan sampai memencet hancur bibit nya. Saring terus sampai cream yang membungkus bibit kefir, stop sampai disini. Hasilnya siap dimasukkan dalam botol untuk disimpan dalam suhu 5  °C di kulkas, sedangkan bibit yang masih berlapis cream tadi siap untuk digunakan lagi sebagai biang untuk membuat kefir selanjutnya.
Siap konsumsi, dapat dilihat pada Takaran atau Dosis Konsumsi Kefir.
Menyimpan Kefir :Sudah jelas, di kulkas suhu 5  °C . Dan bibitnya pun apabila belum digunakan lagi, bisa disimpan dalam cara yang sama, masukkan dalam toples plastik kecil berikan sedikit susu untuk bekal makanan tidur nya si Bibit ini dalam suhu dingin.
Apabila masih belum jelas, silahkan
kontak kami.

Sejarah kefir

Sejarah Kefir sejalan dengan sejarah product fermentasi susu. Produk susu fermentasi diperkirakan sudah dikenal sejak 6.600 SM oleh masyarakat di kawasan Timur Tengah yang hidup secara nomaden atau berpindah-pindah. Umumnya mereka hidup dengan beternak, mengambil susu dan daging sebagai sumber makanan. Susu hasil ternak itu mereka kumpulkan dalam kantung yang terbuat dari kulit kambing atau bagian perut hewan ruminansia. Pengambaraan yang mereka lakukan dibawah terik matahari dengan membawa kantung susu tersebut menjadikan aktivitas mikroorganisme yang ada pada kulit kambing (sebagai kantung susu) memfermentasi susu menjadi gumpalan (curd). Secara terus menerus mereka secara tidak disengaja mekonsumsi hasil ferrmentasi susu dan ternyata tercatat memberikan dampak kesehatan, dan mereka berumur panjang.Inilah awal dikenalnya produk susu fermentasi.